Hari Tanpa TV

July 22, 2006 – 5:29 pm

Hari Tanpa TV

Posting ini terinspirasi oleh tulisannya Priyadi serta dalam rangka mendukung inisiatif Kidia–sebuah yayasan yang memiliki kekhawatiran akan kualitas siaran televisi di Indonesia– yang mengadakan acara Hari Tanpa TV yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2006.

Kenapa aku concern dengan hal ini?
Yah karena aku juga pernah jadi anak yang kecanduan TV.

  • Tiap hari Minggu, tiada hari tanpa TV. Mulai dari Doraemon, Power Rangers, Shincan, delele tidak pernah kulewatkan. Jam 08.00 sampai 12.00 aku stuck di depan TV. Tidak ada yang bisa membuatku berpaling darinya, termasuk juga perintah ortu. Pokoknya semua urusan dilakukan setelah nonton TV. Aje gile! Baru setelah menginjak bangku SMU SMK aku sadar, betapa banyak yang aku lewatkan gara-gara kecanduan TV. Paling parah adalah sampai saat ini aku tidak begitu mahir naik sepeda, apalagi sepeda motor. Aku juga tumbuh menjadi orang yang sulit membina hubungan sosial karena kebanyakan masa kecil dihabiskan di depan TV *nyesel*
  • Aku juga penggemar berat film-film Hollywood. Dulu, aku tidak pernah absen menonton Layar Emas dan sebangsanya-kalau sekarang Bioskop TransTV- Semua adegan kutonton tanpa ada filter. Yah dan akhirnya sekarang jika sedang berada dalam area dark side, aku adalah orang yang cuek abis dan juga kejam!. Darimana pengaruh itu kalau bukan dari film-film action yang aku tonton? dan aku juga menelan mentah-mentah moral of the story-nya.
  • Aku tidak suka sinetron Indonesia dengan jalan cerita ga jelas. Salah satu dari sedikit sinetron yang aku tonton adalah karena syutingnya di Australia, soal ceritanya sebodo amat. Soalnya udah kenyang film Hollywood. Jadi, sinetron Indonesia kelaut aja. Tapi, kalau Keluarga Cemara, bagus tuh, sedikit banyak ceritanya sama dengan kisah hidup keluargaku. Sinetron kan ga harus bercerita tentang gaya hidup hedonis tok. Daripada sinetron, mending liat National Geography aja, lebih mendidik.

Itulah sebagian dari kisah anak pecandu TV, karena itu aku ingin nantinya anak-anakku tidak menjadi seperti aku. Yah, usaha mengubah kebiasaan kan mulai dari yang kecil dulu.
Ato nanti anakku diajak nonton anime saja, tentunya bukan yang H***** loh :P . Bahan bacaan lainnya disini.

Jadi, Hari Minggu 23 Juli 2006, Matikan TV!

gambar diambil tanpa ijin dari blognya mPri


Sakit Gigi

July 13, 2006 – 8:38 pm

Aku sakit gigi :(

Kronologisnya :
Hari Senin pagi mulai sakit, tapi aku tahan aja. Kayaknya geraham kanan atas yang udah pernah ditambal sakit lagi. Untung aja pas ujian ga gitu sakit. Waktu jeda juga kubuat ngobrol² tentang om Zidane juga ga krasa sakit. Jadilah ujian berlalu tanpa sakit gigi, Alhamdulillah. Masalah muncul lagi pas aku naik bis mau ke Malang sorenya, kok sakit lagi :( Akhirnya perjalanan pulang aku cuma bisa tidur biar ga terlalu sakit.
Hari Selasa waktu mau balik ke Surabaya aku beli 2 tablet Ponstan 500mg. Kuminum sebelum naik kereta ke Surabaya, lumayan sakitnya ilang. Sorenya pas sakit lagi Ponstan kembali meredakan. Aku makan bubur karena makanan ga bisa kucerna dengan baik, langsung telan aja gitu.
Hari Rabu masih sakit, 3 tablet Ponstan kutenggak tiap 6 jam. Sakitnya dah ilang.
Hari Kamis gusiku bengkak :( abis nanya² ma Golda ternyata emang harus ke dokter gigi. Biar tau what to do next.

Ya udahlah, Senin depan aja ke dokter, kalo bisa di puskesmas biar murah.
Duh mengulang sejarah masa lalu nih. Sejak balita sampe umur 14-an aku sering ke dokter gigi. Udah ada 3 gerahamku yang ditambal. Emang sih, di tempat lahirku di Flores sono, airnya kekurangan zat kapur yang mana bisa mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi.
Dulu sampe ada dokter gigi langganan, kalo nggak salah namanya dokter Cicik.
Trus di pas pindah di Malang dokternya berganti-ganti. Terakhir yang menangani gigiku dokter ramah asal Wajak, Kabupaten Malang. Beliau mesti wanti² untuk rajin sikat gigi, kumur air garam, dan sikat gigi yang bener. Sorry dok, aku akhir² ini males sikat gigi, hiks.

Moral of the story : Sehat itu mahal banget bok, makanya dijaga baik², hyuukk