Konversi Kurikulum 2004 ke 2006
Adalah salah satu konsekuensi jika mendalami hal-hal yang berhubungan dengan TI, maka kita dituntut untuk bersiap dengan perubahan yang sangat cepat.
Seperti juga saya sebagai mahasiswa S1 Sistem Informasi angkatan 2003.
Beruntung kampusku juga beradaptasi dengan perubahan itu, yaitu dengan adanya konversi kurikulum yang diharapkan dapat menyetarakan ilmu yang diberikan bagi mahasiswanya dengan perkembangan TI.
Konversi ini sudah diadakan 2 kali dalam rentang waktu antara tahun 2003 hingga 2006 ini.
Dan angkatan saya tentu saja mengalami keduanya, yaitu konversi kurikulum 2003 ke 2004 dan 2004 ke 2006.
- Konversi Kurikulum 2003 ke 2004 .
Pada konversi yang pertama saya alami ini cukup banyak mata kuliah yang berubah. Baik namanya, content/ silabinya, atau malah ada mata kuliah baru yang disesuaikan dengan perkembangan TI, seperti mata kuliah Mobile Application dan Basis Data Spasial. Tapi karena waktu itu saya masih semester 2 tidak ada perubahan yang berarti kecuali ada beberapa mata kuliah yang sudah saya jalani sebelumnya tidak ada padanannya dalam kurikulum yang baru. Seperti mata kuliah Teknik Digital yang tidak diselenggarakan lagi tapi sks yang sudah saya tempuh tetap diakui dan tertulis di transkrip. Akibatnya ada mata kuliah baru yang tidak sempat saya ikuti, seperti Basis Data Spasial. Sebenarnya bisa saja ikut kuliahnya saja untuk menambah ilmu, tapi pada saat kuliah itu diselenggarakan, beban kuliah yang sebenarnya sudah banyak
- Konversi Kurikulum 2004 ke 2006 .
Konversi kedua ini cukup membuat kejutan. Diantaranya, pengurangan jumlah sks yang tadinya 152 menjadi 144 saja. Dan praktikum yang tadinya 0 sks menjadi 1 sks. Wow, so surprising. Ada mata kuliah pilihan sebanyak 24 sks yang materinya cukup menarik, diantaranya Audit Sistem Informasi, Teknik Peramalan, Sistem Informasi Strategis, dll. Wah, jadi pingin ikut kuliahnya, cukup kecewa juga karena kemungkinan saya ikut kuliahnya kecil. Dan sewaktu menerima kontrak konversi saya, kekecewaan kembali melanda. Karena, semester ini saya mengambil 23 sks tapi yang tertulis di kontrak sisa mata kuliah, jumlah sks untuk semester ini hanya 18 sks, kemana yang 5 sks?? Lalu mata kuliah Database Developer tidak tertulis disitu, padahal mata kuliah ini termasuk mata kuliah proyek. *shock*
Menghadapi serba ketidakjelasan itu, saya mengirim email ke Ibu staff BAAK yang baik.
Beliau membalas dengan anjuran untuk mengikuti sosialisasi yang diadakan hari Jum’at 30 Juni 2006 pukul 14.00 di Gedung Serba Guna.
Disana Bapak dari Prodi S1 Sistem Informasi yang menjelaskan dengan panjang lebar disertai contoh. Dan betapa terkejutnya saya ketika yang dibuat untuk contoh adalah kontrak konversi saya. Yah karena pertanyaan yang diajukan pada saat itu sama dengan masalah saya, it’s OK lah.
Dan jawaban yang saya peroleh dari sosialisasi tadi sudah mengurangi kebingungan saya. Yaitu, pada intinya semua mata kuliah yang diambil DIAKUI. Pada kasus saya, Database Developer yang di kurikulum baru menjadi mata kuliah pilihan, tetap diakui bila saya lulus. Kontrak konversi saya dibuat dengan kemungkinan terburuk yaitu Database Developer tidak lulus, maka muncullah mata kuliah Sistem Informasi Terpadu untuk menutupi kekurangan sks hingga menjadi 144 sks atau dalam kasus saya kelebihan 1 sks menjadi 145 sks.
Konversi ini termasuk keuntungan, dimana angkatan 2003 tidak harus menempuh 152 sks. Tapi untuk praktikum tetap saja hilang sksnya. Yah semoga saja semester depan beban sks saya bisa lebih berkurang lagi sehingga bisa lulus dalam 3,5 tahun. Aamiin.

ANJRIT LULUS 3,5 tahun…MAKAN-MAKAAAANNN!!!!!!!!!!!
Comment by romadhoni — 10 July 2006 @ 8:06 pm